27 C
Makassar
Tuesday, September 21, 2021
HomeSastraPuisiPuisi: Kenyataan dan Bayang-Bayang

Puisi: Kenyataan dan Bayang-Bayang

KAWAN, denting kenyataan masih bergelayut di atas langit
Menunggu isyarat dari alam azali, tempat kita pertama kali bersaksi
Semua yang kita takutkan belum sama sekali terjadi
Ia hanya sebentuk persepsi, serupa badai yang menari dalam imaji

Kau punya kesempatan untuk pergi, tanpa harus melawan keinginan untuk kembali
Pergi sejauh mimpi membawa ketidaksadaran melintasi berbagai dimensi di sudut kontemplasi
Pilihan selalu ada di pelupuk mata batin, di sanalah diri menunggu untuk dikunjungi
Kita hanya perlu meredam gejolak emosi yang mencuap-cuap bagai magma di kawah merapi

Aku teringat pesan tetuah di suatu malam, saat hujan datang mengetuk-ngetuk lamunan
Kehidupan memang seringkali hadir dengan wajah-wajah yang tak kita kehendaki
Ia tersenyum saat kita tertatih mengejar bayang-bayang yang berlari di belakang kenyataan
Kita mudah tersulut amarah, maka biarkan air mata jatuh di sela-sela tengadah menyegarkan luka

Inilah selemah-lemah harapan yang coba kutitipkan lewat angin yang tersipu di keheningan
Langit malam ini sedang memendam rindu, pada doa yang sering kau panjatkan jelang tidurmu
Saat kau terjaga, kembalilah ke titik dimana kehidupan bermula
Semoga saat pagi datang, segera tersiar kabar, kau telah kembali menapaki jalan dengan senyum merekah di bibirmu yang mekar!

*M. Fadlan L Nasurung

Redaksihttps://sivitas.id
Sivitas.id adalah portal berita online berbasis kampus yang didedikasikan sebagai ruang diskursif warga kampus. Anda bisa mengirimkan tulisan anda ke email redaksi di redaksi@sivitas.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Most Popular

Recent Comments