24 C
Makassar
Tuesday, September 21, 2021
HomeKolomEsaiBumi Kebermaknaan (29)

Bumi Kebermaknaan (29)

SEKIRANYA anda diberi kesempatan untuk memutar dan mengalami kembali satu masa lalunya, masa yang mana anda pilih; masa kanak-kanak, masa remaja, masa sekolah, masa kuliah, masa mulai berkeluarga atau masa lainnya sebelum saat ini?

Masa kanak-kanak? Masa bermain, masa penuh gerak. Istirahat hanya pada masa tidur; bermain, berkelahi, menangis, konflik, dan kompak silih berganti. Masa permulaan mengenal kelompok, semacam geng anak-anak. Bermain lebih penting dari makan. Sekolah sebagai tempat bermain. Kelas sebagai ruang bermain. Itulah jarang orang bisa lupa cerita detail masa kanak-kanaknya.

Masa sekolah? Pastinya anda yang sudah berusia paling tidak pernah dengar potongan bait lagu: “tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah.” Masa sekolah adalah masa mekarnya kehidupan. Masa awal mengenal dunia yang berbeda. Masa mulai berinteraksi dengan lawan jenis. Masa mengenal apa yang mengitari  diri, apakah menjadi bintang kelas atau menjadi anak orang berada, atau dari keluarga tak berpunya.

Termasuk juga masa mulai mengenal komunikasi simbol, mengenal tanda orang yang senang pada diri atau yang benci, termasuk mulai mengenal kapan tatapan mata orang itu kosong atau bermakna. Masa sekolah juga adalah masa mulai belajar komunikasi non-verbal. Masa mulai mengkonsepsi pikiran dengan tulis bukan hanya tutur. Itulah, pada masa ini kita mulai mengenal apa yang disebut: “surat cinta”.

Masa kuliah? Kita sering menyebutnya masa pergolakan jiwa. Masa pencarian identitas. Masa perlawanan terhadap arus utama. Termasuk masa menguji keyakinan yang membentuk diri. Masa membangun jiwa kritisisme. Masa menelisik semua fenomena yang menyapa diri. Masa ingin menggenggam dunia dengan ideliasme. Terkadang menjadi masa ingin memaksakan terwujudnya kebenaran yang diyakini. Itulah mengapa pada masa kuliah itu menjadi masa yang suka turun ke jalan untuk melancarkan protes, karena  masa ini juga ditandai dengan masa anti kemapanan.

Pasca kuliah? Masa untuk menentukan tujuan hidup. Masa berimaginasi tentang hari depan, memikirkan kerja dan mencari pasangan. Pada masa ini sering diperhadapatkan dua pilihan, menikah dulu atau kerja dulu. Ada yang memilih menikah dulu karena katanya, menikah enaknya di usia muda. Ada memilih kerja dulu karena penghasilan adalah kunci membangun keluarga.

Pertanyaan saya, anda mau kembali ke masa yang mana? Anda mau kembali ke masa tertentu karena masa itu penuh kenangan atau ingin kembali untuk menghapus jejak kepahitan? Anda tanya saya? Andai bisa, saya ingin kembali mengulangi masa awal-awal menikah. Saya ingin isteri saya merasakan sekali lagi bahwa ternyata perasaan cinta itu bisa ditumbuhkan.

*Hamdan Juhannis

Redaksihttps://sivitas.id
Sivitas.id adalah portal berita online berbasis kampus yang didedikasikan sebagai ruang diskursif warga kampus. Anda bisa mengirimkan tulisan anda ke email redaksi di redaksi@sivitas.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Most Popular

Recent Comments