24 C
Makassar
Wednesday, May 12, 2021
HomeSastraPuisiPuisi: Kepergian dan Kepulangan

Puisi: Kepergian dan Kepulangan

SUASANA kini tak lagi seperti tahun-tahun silam
Saat ku duduk di tepian lamunan menunggu pagi datang
Memberi sentuhan di sekujur ingatan tentang siang
Agar aku lekas sadar, lalu beranjak meninggalkan malam

Di tiap detik, detak perubahan terjadi tanpa kita sadari
Kau dan aku telah berubah jauh-jauh hari
Sejak pertama kali kita memulai dan berusaha menjalani
Hingga ketika kita harus belajar cara mengakhiri

Ada keniscayaan yang akan terus terulang
Kehidupan adalah roda yang berputar di benak setiap orang
Ada yang datang kemudian pergi menghilang
Ada yang pergi dan tak pernah kembali pulang

Sejarah akan terus bergerak ke depan
Kenyataan adalah takdir zaman yang telah digariskan
Ada yang datang dan terus bertahan hingga ajal menjelang
Ada yang pergi dan pada akhirnya kembali pulang

Dari balik dedaunan di tepian jalan
Sinar mentari sayup-sayup memberi kecupan
Segera kutengadahkan wajah sembari mengangkat tangan
Merapalkan harapan, menatap langit-langit ratapan

Semoga tak ada alasan untuk kau kembali pulang
Karena memang, kau tak sama sekali pernah pergi menghilang
Aku yang mungkin justru tak pernah datang
Kala kau menunggu di simpang harapan dan kenyataan

Maafkan!
Di kedalaman, namamu aku simpan
Ia memberiku terang menuju permukaan
Semoga kau senantiasa sabar dalam penantian
Aku telah berada di tengah perjalanan.

*M. Fadlan L Nasurung

Avatar
Redaksihttps://sivitas.id
Sivitas.id adalah portal berita online berbasis kampus yang didedikasikan sebagai ruang diskursif warga kampus. Anda bisa mengirimkan tulisan anda ke email redaksi di redaksi@sivitas.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Most Popular

Recent Comments