24 C
Makassar
Wednesday, May 12, 2021
HomeNewsHeadlineSyamsul Haq, Mahasiswa UIN Alauddin Peserta Istanbul Youth Summit Turki 2021

Syamsul Haq, Mahasiswa UIN Alauddin Peserta Istanbul Youth Summit Turki 2021

Sivitas.ID, Makassar – Mahasiswa UIN Alauddin Makassar tidak hentinya mengukir prestasi meskipun di tengah pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan oleh Syamsul Haq, Mahasiswa Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Syamsul Haq terpilih menjadi salah satu delegasi Indonesia pada kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi ke-IV Istanbul Youth Summit (KTT ke-IV IYS) yang diadakan oleh Youth Break the Boundaries (YBB) di Istanbul Turki, 22-25 Maret 2021.

Syamsul yang juga merupakan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Alauddin Makassar merasa bersyukur bisa berkontribusi untuk Kampusnya dalam kegiatan tersebut.

“Saya merasa sangat bersyukur karena bisa ikut serta mewakili pemuda Indonesia dengan membawa nama kampus saat mengikuti kegiatan KTT ke-IV IYS yang diselenggarakan di Istanbul Turki”, katanya saat dihubungi oleh Jurnalis Sivitas.ID via WhatsApp, Senin (29/03/2021).

Mahasiswa semester X itu menceritakan beberapa pengalamannya sebelum terpilih mengikuti ajang internasional tersebut.

IYS adalah program pertukaran pemuda yang tiap tahun diadakan oleh YBB. Persyaratannya adalah pengumpulan esai yang berkaitan dengan tema yang membahas isu-isu yang berlangsung tiap tahun.

“Tahun ini membahas leadership through in the crisis (kepemimpinan di era krisis) dengan banyak sub tema yg dibahas ekonomi, pemerintah, lingkungan, sosial, dan pendidikan” ungkapnya.

Ada beberapa tantangan yang menurutnya menjadi hambatan besar, seperti kurang mental dan finansial. Sebab dana yang dipersiapkan tidak cukup untuk memberangkatkan dirinya.

Tetapi lanjutnya, ada motivasi dari diri, keluarga, dan pimpinan kampus serta pihak lain sehingga tantangan itu berhasil dia lewati.

“Tantangannya adalah soal mental, saya belum siap keluar negeri apalagi di era pandemi, sehingga saya hampir mengurungkan niat untuk ikut serta”, tuturnya.

Selain itu akunya, tantangannya karena kurangnya finansial, karena program tersebut sifatnya fully funded dan self funded. Fully funded diberikan khusus pada 10 orang yang meraih best essay, selebihnya self funded.

“Alhamdulillah banyak bantuan dari pimpinan Kampus, Baznas, Senior PMII dan KKP Maros, selebihnya diback up orang tua,” pungkas Sekretaris PMII Rayon Fakultas Dakwah dan Komunikasi itu.

Syamsul berharap agar prestasi yang diraihnya bisa menjadi motivasi kepada mahasiswa lain untuk terus berkarya dimanapun dan dalam kondisi apapun. (M. Nursyahid Munsi)

Avatar
Redaksihttps://sivitas.id
Sivitas.id adalah portal berita online berbasis kampus yang didedikasikan sebagai ruang diskursif warga kampus. Anda bisa mengirimkan tulisan anda ke email redaksi di redaksi@sivitas.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Most Popular

Recent Comments