24 C
Makassar
Tuesday, June 22, 2021
HomeKabar KampusCerita Mahasiswi UIN Alauddin, Keluhkan Kuliah Daring

Cerita Mahasiswi UIN Alauddin, Keluhkan Kuliah Daring

Sivitas.ID, Makassar – Dampak pandemi begitu terasa pada sendi pendidikan. Terhitung sudah setahun lebih proses belajar mengajar harus dilakukan secara daring. Seperti halnya yang diterapkan di UIN Alauddin Makassar.

Begitu banyak keluh kesah yang tercurah dari para mahasiswa sebab salah satu hal yang menjadi hambatan dalam sistem kuliah daring yaitu jaringan. Hal Ini dikarenakan letak geografis yang variatif masing-masing mahasiswa, tentu memberikan pengaruh terhadap keterlangsungan perkuliahan secara daring.

Seperti yang diketahui tidak semua daerah di Indonesia memiliki akses jaringan yang baik. Bahkan di beberapa daerah pelosok itu hanya memungkinkan satu akses layanan. Sehingga membutuhkan budget ekstra untuk dapat membeli data internet yang akan digunakan kuliah daring.

Seperti halnya yang dialami oleh Rezky Amaliyah, mahasiswi UIN Alauddin asal Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini. Ia mengaku di daerah tempat tinggalnya sangat sulit akses jaringan.

“Di kampungku itu cuman ada satu jaringan yang bagus, itupun mahal saya beli data internetnya. Sebenarnya bisa lebih hemat kalo saya pake WiFi, cuma di daerah rumah saya tidak bisa pasang, hanya di daerah kota saja yang bisa,” ungkapnya saat ditemui di Taman Baca kampus UIN Alauddin Makassar, beberapa waktu lalu.

Agar tetap mengikuti proses perkuliahan daring, mahasiswi semester VI ini harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli kuota internet. Dalam sebulan, diakuinya harus mengeluarkan Rp 200 ribu.

“Saya beli data internet Rp.90.000, itu tidak cukup dua minggu saya pake. Padahal sudah saya hematkan pemakaiannya. Jadi kira-kira dalam sebulan saya harus keluarkan uang Rp. 200.000-300.000 ribu untuk kebutuhan kuota internet,” ujar mahasiswi Hukum Tatanegara itu.

Pengalaman serupa juga dialami A. Nurhafidhah Fitrah yang juga merupakan mahasiswi UIN Alauddin. Menurutnya kuliah daring kurang bisa membangun rasa semangat untuk kuliah sebab ada batasan interaksi antara mahasiswa dengan dosen pengajar.

Apa lagi kata dia, koneksi jaringan yang sering kali buruk di waktu-waktu krusial seperti ujian Mid, Final. Tak hanya itu, ia juga menyoroti soal perkuliahan yang kerap molor.

“Jadwal kuliah yang seharusnya dilaksanakan jam 13:00 WITA. Sering kali harus molor 30 menit bahkan lebih. Ini memberi peluang lunturnya nilai-nilai kedisiplinan,” jelas mahasiswi Hukum Tatanegara semester VI itu.

Meski demikian, ia sadar bahwa perkuliahan di tengah pandemi Covid-19 mengharuskan harus dilaksanakannya secara daring untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kuliah online adalah solusi yang efektif. Dibalik itu semua, kita memiliki harapan semoga wabah ini cepat berlalu sehingga kita dapat melaksanakan proses belajar mengajar secara normal kembali,” harapnya.

Bantuan Kuota Internet dari Kampus

Sebanyak 5457 kartu perdana internet diserahkan oleh Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis kepada masing-masing pimpinan Fakultas untuk disalurkan kepada mahasiswa.

Bantuan paket data internet tersebut berasal dari Kementerian Agama untuk menunjang peroses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dengan besaran Paket data sebanyak 50 GB, Terdiri dari 45 GB khusus untuk paket belajar dan 5 GB untuk paket umum.

Paket data internet ini diberikan kepada mahasiswa UIN Alauddin Makassar bagi yang terdaftar pada aplikasi pangkalan data Ditjen Pendidikan Islam, dan berstatus aktif sebagai mahasiswa.

“Untuk tahap pertama, sudah didistribusikan langsung kepada 20.050 nomor ponsel mahasiswa yang  sudah divalidasi dan terverifikasi,” ujar Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan dan Kerjasama (AAKK) Dr Hj Yuspiani, Kamis 28 Januari 2021.

Sementara paket data tahap kedua berupa kartu perdana internet diberikan kepada mahasiswa yang belum mendapatkan pada tahap pertama. Ini dikarenakan nomor handphone sudah tidak aktif sehingga diberikan dalam bentuk kartu internet.

Selain itu, kartu kartu internet yang diberikan disesuaikan dengan permintaan masing-masing mahasiswa. (Mutmainnah)

Redaksihttps://sivitas.id
Sivitas.id adalah portal berita online berbasis kampus yang didedikasikan sebagai ruang diskursif warga kampus. Anda bisa mengirimkan tulisan anda ke email redaksi di redaksi@sivitas.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Most Popular

Recent Comments